Betapa susah mengubur kenangan bersamamu
Sulitnya melunturkan wajahmu
Betapa ingin kubuang jauh2 cinta ini
Inginnya ku campakkan rindu ini
Agar tak menggelayut terus di jiwa raga
Biar tak terlalu menghujam di relung yang terdalam dihatiku
Kebencian, kerinduan, cinta dan airmata
Menggumpal, membentuk Kristal fatamorgana
Hampir tak tertahan
Andai tak ada iman di dada
Ku coba melakukan banyak hal
Ku alihkan segalanya tentang mu dihari2ku
Tapi kenapa???
Adakah didirimu kerinduan sepertiku???
Ataukah malah tak berarti apa2 bagimu???
Kenangan kita, kebersamaan kita???
Penyesalan selalu datang terlambat
Bukan sesal karna ku tak mendapatkanmu
Tapi menyesal??? Kenapa baru sekarang menyadari
Betapa besar rasa sayangku padamu
Andai harus hidup tanpamu
Walau kau tak disisiku
Ku coba bertahan, dan kubahagia untuk itu
Hai orang-orang
Jangan kalian katakan aku orang bodoh
Biarkan aku hidup merasa dengannya
Hidup dengan segala kenangannya, kebersamaan kami
Terkadang kumerasa, ku nggak kuat dengan rindu ini
Kesepian yang tak tertahankan
Kekecewaan yang tak terlampiaskan
Kemarahan yang tak terbendung
Dan tak ada pemecahannya
Pada siapa ku mengadu???
Pada siapa???
Orang lain, tak pernah mau merasakannya
Derita ini, sakit ini, rasa ini, cinta ini, gairah ini
Hanya kata “bodoh” dan “sadar” yang selalu kudengar
Tiap kali keluar keluhan dari bibirku
Rabb….
Apakah Kau masih mau mendengar suara batinku
Keluhan lidahku
Linangan airmataku???
Apakah masih mau mendengar dan melihatnya ???
Dengungan suaraku meyebut namanya
Hembusan berat nafasku ketika mengingatnya
Sungguh aku bahagia jika mendengar dia bahagia pula
Tapi bagaimana caranya???
Bukankah aku tidak pernah tau kabarnya
Cari dia dimana???
Rabb, apakah dia juga masih merinduiku?
Apakah masih sangat mencintaiku?
Apakah selalu mencariku??
Apakah masih memimpikanku?
Apakah sama keadaannya denganku?
Apakah sama penderitaannya denganku???
Apakah sama??
Haruskah aku seperti ini selalu
Haruskah menunggu ketidakpastian darinya
Jika memang ini yang terjadi, mau apalagi?
Apakah dia bahagia jika mendengarku seperti ini?
Apakah dia iba melihat keadaanku begini?
Apakah ini akan membuat dia kembali padaku?
Apakah akan kembali seperti semula keadaannya?
Apakah masih bisa kita merangkai kembali jalinan asmara kita yang terkoyak???
Apakah masih ada waktu untuk kau memperbaiki semuanya?
Ku pupuk terus cinta ini
Kusiram dengan kenangan manis
Hingga akan menghasilkan buah kerinduan
Ranum, hingga menunggu saat kau datang dan memetiknya
Hatiku yang terluka
Jiwaku yang merana
Obsesiku padamu yang hampir berkarat
Putus asa, karna tak sampai
Masihkah bisa diperbaiki? Masih kah ada gunanya?
Betapa inginnya ku melihatmu,
Setidaknya mendengar kabarmu
Biarlah…biar…ku nggak bisa menyentuhmu
Jemari ini tak bisa merasakanmu
Bibir ini tak bisa mengecupmu
Mulut ini tak bisa berkata, aku begitu merindukanmu
Biar…biarkan…
Setidaknya aku mengetahui kabarmu
Atau…
Bagaimana jika ku bersikap konyol
Bagaimana jika ku mencarimu
Entah dimana?
Yang jelas akan ku cari?
Bagaimana jika ku merebutmu darinya
Bukankah dia yang hadir ditengah2 kita
Bukankah dia yang merampas kau dariku
Bukankah dia yang menghancurkan hidupku
Perlahan, dengan mengambilmu dariku
Bagaimana??? Bagaimana jika itu kulakukan???
Tapi sanggupkah aku?
Bisakah aku bahagia denganmu jika itu kulakukan
Tegakan aku, merebut seorang ayah dari anaknya
Tegakah aku?
Rabb…
Apakah aku orang yang seperti itu?
Apakah aku perempuan jahat yang setega itu
Biarlah aku yang menderita
Biarlah kesunyian ini hanya milikku
Biarlah…
Yang jelas, aku masihlah aku
Aku yang selalu mencintainya
Aku yang selalu menyayanginya
Aku yang selalu mengharapkannya
Aku yang selalu memujanya
Aku yang selalu menganggapnya “sempurna”
Aku yang selalu…selalu dan selalu
Tiap waktu, tiap saat
Aku yang selalu mengingatnya
Aku yang selalu menghayalkannya..
Aku yang selalu memikirkannya
Aku yang selalu menggumamkan namanya
Aku yang selalu mencarinya
Aku yang selalu menghadirkannya dalam anganku
Aku yang selalu memimpikannya
Aku yang selalu mengenangnya
Aku yang selalu menggoreskan apapun tentangnya dalam diaryku
Aku yang selalu bercerita tentangnya
Aku yang selalu punya ide untuk mengapresikan apapun tentangnya
Aku yang merasa ditunggunya
Aku yang merasa masih dikenangnya
Aku yang ingin segera pergi dari Yogya
Dan aku yang ingin mengenangnya dikota kami
Aku yang akan hidup dengan “cintanya”
Aku yang akan hidup dengan kerinduanku
Aku yang akan hidup dengan kekesalanku
Kemarahanku, kekecewaanku, kebencianku
Aku yang hidup dengan segenap cintaku untuknya
Aku yang hidup dengan cercaan orang
Aku yang akan hidup dengan sikap sinis orang2
Aku yang tak pernah kehabisan kata2 untuk mengingatnya
Menceritakan kembali awal pertemuan kami
Seputar kisah cinta kami
Aku yang ingin semua orang tau
Bahwa AKU MENCINTAINYA
Teramat mencintainya
Aku yang selalu bisa merasakan ciumannya, kecupannya
Merasakan gairah hidup, bila dengannya
Bercanda, bercerita apapun padanya
Aku yang ingin semua orang tau
Bahwa, walau raga kami tak bersatu
Biar jiwa kami berpisah
Tapi hati kami tetap menyatu
Aku yang ingin semua orang tau
Bahwa dia juga masih mencintaiku
Aku yang ingin yakin tentang itu…
Sungguh…
Aku ingin yakin tentang itu
Andai kau tau…
Apa yang sudah kulakukan untukmu
Kuliah…Organisasi…
Semua untukmu
Hanya untukmu
Belajar menulis
Membuat puisi, merangkai kata
Bercita-cita jadi wartawan
Bekerja dikota kita
Berkelana, mencari berita
Hingga ke kotamu
Hingga dapat bertemu denganmu
Bertemu dengan segala keangkuhanku
Bertemu untuk menunjukkan kesombonganku
Menunjukkan..inilah aku..
Bertahun-tahun, biar jadi orang “sukses”
Tetaplah aku, seorang aku..yang tak pernah melupakanmu
Dan tak pernah bisa melupakanmu
Yang selalu mengharapkanmu
Walau kau tak tau
Dan ku pun tak ingin kau tau
Benar2 tak ingin kau tau
Senin, 10 Maret 2008
"kangen selamanya"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar