tertutup pintu sudah pintu hatiku
yang pernah dibuka waktu
hanya untukmu
kini kau pergi
dari hidupku
ku harus relakanmu walau aku tak mau
berjuta warna pelangi
didalam hati
sejenak luluh bergeming menjauh pergi
tak ada lagi
cahaya suci semua nada beranjak
aku terdiam sepi
dengarlah matahariku
suara tangisanku
ku bersedih karena panas cinta menusuk jantungku
ucapkan matahariku
puisi tentang hidup
tentangku yang tak mampu
menaklukkan waktu
Matahari….
aku pamit pergi
ingin ku raih sekelumit cerita indah
bersamanya
matahari….
bukankah ku juga berhak bahagia
bukankah ku juga berhak tinggalkan derita
sudah sekian lama bukan
matahari….
aku belum mengenalnya secara "utuh"
tapi ku ingin menyempurnakan dien ku dengannya
hanya dengannya
matahari….
ku baru mengenalnya
teramat baru
dan baru sadar bahwa ku teramat membutuhkannya
matahari….
ku sering membohonginya
menangis pura-pura
hanya sekedar mencuri perhatiannya
tangisan pertamaku
ketika alunan ayat suci keluar dari bibirnya
bukan menangis karena kusadar ku cinta dia
tapi menangis, mengapa tidak dari semula menyukainya
matahari….
kupunya cita- cita yang indah bersamanya
walau terkadang sebersit perasaan ragu muncul
akankah dia bisa mencinta
seperti ku mencintanya
matahari….
izinkan aku pergi
ikhlaskan ku bersamanya
biarkan ku tak mengingatmu lagi
ketikaku bersamanya
pun ketika ku jatuh, kecewa pada dirinya
jangan ingatkan ku padamu lagi, wahai matahari
matahari….
ku ingin selalu bersamanya
tidak hanya mendengar suaranya
tapi bisa jua merasakannya
mendengarkan detak jantungnya
merasakan apa yang dirasakannya
suka cita duka derita
bahagia dan sengsara ditanggung berdua
matahari….
kuingin mendampinginya
ketika ia bangun sebelum subuh menjelang
mengantarnya dan mengecupnya
ketika pergi mencari nafkah buat ku dan anak2 ku kelak
menunggunya
dan tersenyum ketika lelah dirasakannya
pulang ketika senja mulai merona
matahari….
kuingin menemaninya
dalam keadaan apapun
gelap malam dan ia harus terjaga
mengerjakan tugas yang dibawanya
keistana kami
matahari izinkan kami bahagia
matahari… wahai matahari
Minggu, 01 Juni 2008
MATAHARIKU
Wisata Ruhani ^_^
Menjelang magrib… makan mpek- mpek di bawah jembatan dekat stasiun lempuyangan. Kebetulan baru hujan, jadi suasana agak begitu dingin. Kereta api terkadang lewat, membuat jalanan yang biasanya lenggang terasa rame.
Pengalaman yang pertama, dulu di ajak cici ku fikir buat apa? menghabiskan waktu dengan percuma, tapi sekarang? kesana hampir menjelang magrib, dan ternyata banyak juga yang nongkrong di sana.
Semakin mengasah kepekaan terhadap manusia "papa", mereka berjualan di pinggir jalan, di bawah jembatan, tentu banyak resikonya. Hujan yang jatuh dari langit, membasahi mereka, tentu semakin menambah penderitaan. Berkurangnya orang yang membeli dagangan mereka.
Ku duduk bersama ibu penjual mpek- mpek, ku tanya jam berapa beliau pulang dari berjualan, dia hanya mengatakan tidak tentu, terkadang jam 8 malam atau bisa lebih malam lagi. Ada mbk yang hanya berjualan minuman, teh, segala kopi, susu, dan dia sendiri, hanya sendiri. Dimana orang tua nya yah??? ada juga mas yang berjualan telur puyuh goreng (maaf, aku nggak tahu namanya), begitu sederhana, gerobak kecil yang selalu di pikulnya, dengan peralatan "menggoreng" yang seadanya. Selain mereka masih banyak yang lain juga, dengan jualan yang serba "apa adanya".
Selain kami masih ada "pengunjung" lain, dengan tujuan yang berbeda, ada yang sekedar mencari jajanan murah, atau sekedar menghitung berapa gerbong kereta yang lewat pada saat- saat tertentu dengan bermain tebak- tebakan dengan temannya, dan jika kalah, aha.. siap- siap merogoh isi kantong untuk mentraktir.
Realita sosial L, sebagian besar masyarakat kita hidup dalam kemewahan, bermegah- megahan, pamer kekayaan. memperbanyak harta, tapi sebagian besar lainnya??? hidup dibawah garis kemiskinan. Anak- anak yang seharusnya bersekolah, dipaksa oleh keadaan untuk "belajar dijalanan", belajar untuk meminta- minta, belajar bersabar ketika uang yang di terima tidak layak untuk di berikan, bersabar untuk tidak mengeluh, dan belajar dalam segala hal, belajar dalam kerasnya kehidupan!!!
Ternyata, seiring seringnya kita berinteraksi dengan mereka, melihat dan merasakan penderitaan mereka, semakin mengasah kepekaan kita terhadap mereka, semakin kita sadar, sangat banyak orang yang butuh perhatian dan bantuan kita, secara material!!! mungkin bisa kita sisihkan sebagian "harta" kita untuk mereka, serupiah, bagi mereka sudah cukup. Nggak hanya kita, tapi sebagian besar dari kita J Insyaallah, kemiskinan semakin lama semakin berkurang, lakukan dari sekarang, mulai dari diri sendiri, baru mengharap orang lain akan mengikuti J
Selasa, 08 April 2008
1 HARI YANG PENUH MAKNA
Senin, (7/4) Diawali menjelang subuh, dering alarm berbunyi, pukul 03.45 wib, waktunya bangun, ahh masih malas, padahal tadi malam tidurnya lumayan awal.. setelah jam 04.10 wib baru loncat dari kasur…ahh telat lagi, padahal mau shalat menjelang subuh dulu atau setidaknya witir, sebelum azan 04.45 wib memanggil- manggil dari mushala sebelah kos, *_* membasuh wajah, dan sikat gigi.. dinginnya air begitu menyejukkan (lumayan, hydroteraphy) sebelum ku menghadap- Nya.
Jam 06.00 wib ada janji, mau jenguk sahabat yang sakit, uhh sebel, padahal ku masih marah gara- gara masalah sms hampir sebulan kemaren!!!, sekarang??? minta maaf aja belum, aku minta maap duluan??? idihh gengsi, bukannya mereka yang salah duluan, setidaknya cowok harus gentle, tapi sekarang mereka dapat musibah, masa' ku harus keukeh nggak mau ketemu, sampe kapan coba??? tuch kejadian juga dah lama bangets, dan kalo di fikir nggak 100 % kesalahan dari mereka, coba aja aku jujur, atau berani bilang " afwan mas, aku lagi malas banget garap mading, benar- benar nggak mood", nahhh yakin dech mereka ngertiin, bukannya dah bertahun- tahun bareng mereka ^-^, ni nggak malah diam- diaman, sms cela- celaan, pake kata- kata kasar segala, rasain lu!!!
Jarum jam hampir menunjukkan pukul 06.00 wib, duhhh hampir mendekati waktu jenguk, malas banget, mau ngomong apa coba, atau apa yang harus kulakukan jika bertemu mereka? senyum- senyum kayak nggak pernah terjadi apa- apa??? atau pura- pura tidur, biar teman kos ku nggak enak ngajakin, ahhh nggak mungkin, bukannya ku bilang aku mau ikut jenguk, ihhh ni gara- gara dengerin nasehatnya Cabi, itu tuch, sahabat dari luar pulau, yang aku nggak pernah ketemu, tapi dah rasa deket banget (alah gombal ^_^).. piye iki??? Allah, rasanya dunia pengen segera berhenti berputar… sebentar aja, ampe tiba- tiba jam 08.00 wib dech, biar nggak jadi jenguk mereka, ahhhhh
Akhirnya… waktu yang ditentuin datang!!! nah lo, dengan langkah gontai, kuayunkan kakiku perlahan, menuju kediaman mereka, Mushala Al Jihad (maklum mahasiswa, bertugas sebagai takmir juga ) bersama 4 teman kos yang lain,, ahhh sampai &-&
Nah, yang kecelakaan 2 orang, sama- sama KaBid (ketua bidang) ku di organisasi yang berbeda, 1 masjid juga… he he
waktu aku datang, mereka tertawaan, sambil teriak- teriak "tuch di jenguk mirza".. apa kabar za??? (whatsss..) ohh so sweet, ternyata????
semua berjalan lancar, kita ngobrol, tertawaan, dan memplan mau jenguk istri teman yang sakit juga, wihh kembali lagi nech kayak dulu, hobi jalan- jalan!!! INDAHNYA UKHUWAH ^-^
Satu hal yang bisa di ambil pelajaran, ternyata untuk memulai suatu pekerjaan mulia begitu susah, teramat susah..yang di kedepankan hanya emosi sesaat, dan imbasnya? banyak yang terabaikan, termaksud amanah yang bertujuan untuk kepentingan umat, hanya gara- gara masalah pribadi yang sebenarnya intinya KOMUNIKASI. ahhh manusia, menjadi tua adalah keniscayaan, tetapi menjadi dewasa??? belum tentu
Menyesal??? sedikit, lohhh? bagiku inilah proses pembelajaran, mengambil hikmah dari setiap kejadian tiap masalah, moga menjadikan kita semakin dewasa, di tempa menjadi manusia kuat, yang siap menerima tantangan dakwah ke depan yang lebih besar tidak hanya memikirkan nafsu marah, keegoisan atau apalah namanya.
Selanjutnya??? pukul 16.45 wib, perjalanan ke rumah teman yang istrinya sakit Kanker payudara, sudah bertahun- tahun, dan ini hampir mendekati noktah. Dokter sudah angkat tangan dan si ibu hanya terbaring tak berdaya, merintih menahan sakit, dengan rambut sudah botak, dan tulang yang terbungkus kulit, begitu tipis kami masuki kamarnya perlahan, tak lupa mengucap salam, kami ber4.. aku dan teman kosku (my shoulmate,alah) dan 2 orang ikhwan masjid. Bingung mau ngomong apa, si ibu sudah tidak bisa apa- apa, hanya meringis dan berzikir , slang oksigen terpasang untuk membantunya bernafas, kanker telah sampai ke paru- paru, ku pandangi wajahnya, iba, sedih nyampur jadi satu. Aku turun ke lantai, mencoba duduk sambil memegangi tangan kirinya dan mengelusnya, tangan kanannya sudah bengkak, begitu besar, kontras dengan badannya yang begitu kurus dan ringkih, bau busuk menyeruak, memaksa hidungku untuk menghirupnya, aku nggak peduli. Ku genggam erat tangannya, ku elus pergelangannya, ku ingin dia tau, bahwa aku juga turut merasakan penderitaannya, walaupun nggak tau sakitnya seperti apa? ku bacakan ayat kursi padanya, ku yakinkan dia bahwa Allah tidak akan membebani hamba- Nya dengan beban yang hamba- Nya tidak sanggup memikulnya , dia merintih, perlahan mengamini apa yang ku ucapkan, sambil bergumam "aku capek, sungguh aku capek"… air mata ku mengalir!!! merembes, perlahan dengan cepat, dan aku coba menghapusnya, nggak ingin dia melihatku seperti ini, ku baca al matsurat, doa yang diajarkan Rasullulah, temanku mengikuti…dan kami mengamini bersama,
Ya Rabb, diri ini begitu hina, di terpa masalah kecil sudah mengeluh, di beri kesehatan dan rezki tidak mau bersyukur, bagaimana dengan ibu??? kalimat- kalimat zikir tidak pernah lepas dari bibirnya, selalu Husnudzhon walau Allah memberinya cobaan yang berat, teramat berat, anak yang masih kecil- kecil, 3 orang jundi dan suami yang selalu setia mndampinginya hingga saat seperti ini.
Azan mulai terdengar, kami harus pamit, ku lepas perlahan genggamannya, beliau menangis, sambil mengucap "maafkan kesalahan saya ya mbk", ku katakan padanya, Insyaallah kami akan kesini lagi, dan moga hari itu, ibu lebih baik, dan semakin sehat".. Allah, bukankah hanya itu yang bisa kami berikan? kalimat penyejuk, penyemangat atau apalah namanya.
Diperjalanan masih terbayang wajah si ibu, hujan deras mengiringi kepulangan kami. Imanku, agamaku, kesehatanku, keluargaku, sahabat- sahabatku, mengapa tidak pernah membuatku bersyukur, syukur yang banyak. Saat seperti ini bukankah sangat tepat untuk berterima kasih pada- Nya? setidaknya tidak melanggar perintah dan menjauhi larangan-Nya??? this is the second lesson.
Ya Rahman, aku akan mencobanya, mencoba untuk bersyukur, atas apa yang ada, aku yakin bisa, dan pasti bisa. Allahumma Amin
Senin, 31 Maret 2008
Pengen HaLaL ^-^ (nah lo...
Sendiri lagi, hiks kefikiran, kok pengen merit yo…. mati kita, alamak
Truss piye??? Bukan kah selama ini anti merit??? Ampe teman- teman julukin si miss feminis ^o^.. lah sekarang??? Ada apa to jeng… bukan kah hidupmu akan lebih indah tanpa pria yang mengikat, tanpa ada anak yang mengganggu tidurmu, tanpa ada keluarga lain selaen keluargamu, nah lo???
Bukankah kau bilang nggak perlu anak, bukankah hadist yang mengatakan, bahwa setelah kita mati ada 3 hal yang masih dapat menolong kita, salah satunya doa anak sholeh, bisa tergantikan dengan amalan laen, misalnya mengangkat anak!!! Bukankah kau bilang kalo menikah hanya untuk mencapai ridho Allah, bekerja juga mencapai ridho Allah, makan, tidur juga mencapai Ridho Allah, bukankah kau bilang jika tujuan menikah hanya untuk membuat kita tentram, bukankah sahabat- sahabat, dan keluargamu sudah dapat menentramkan mu??? Bukankah, bukankah??? Ahhh masih banyak segudang alasan laen mu bukan? alasan yang membuatmu lari, bahwa kau ingin menikah. Bukankah seperti itu??? Kau mencari berbagai alasan untuk lari dari kenyataan bahwa kau kesepian!!!
Bukankah sebenarnya kau sudah siap, walaupun kau inginnya belum siap, nona sampai kapan??? Menunggu ketidakpastian, menyiksa diri sendiri, kau tidak dapat apa- apa dari apa yang kau lakukan sekarang., mencari kebahagiaan lewat sahabat- sahabatmu, siapa??? Sampai kapan mereka tahan denganmu, sampai kapan mereka akan menemanimu, mereka juga akan menikah dan punya anak, sementara kau!!! Hanya hidup dengan kesepian dan kesendirian.. ha ha ha bukankah 2 hal itu yang pualing kau benci,
Berkali- kali jatuh, berkali- merangkak, berkali- kali hendak bangkit, sebenarnya kau bisa, teramat bisa, hanya kau yang nggak mau, benarkan??? Apa yang dia lakukan hingga kau seperti ini? Kau masih suci, tidak terjadi apa- apa, yang dia lakukan hanya memanjakanmu, mencoba mengertimu, dan memberi perhatian besar padamu, hanya itu yang dia lakukan, dan itu sudah membuat mu cinta setengah hidup padanya, kenapa??? Karena itu yang tidak kau dapatkah dari ayah sejak kecil, benarkan??? Tuk kesekian kali nya aku benar kan???
Nona sholihah, sebenarnya itu akan kau dapatkan semuanya nanti, semuanya, bahkan lebih dari yang dia berikan padamu, rasa cinta, sayang yang tulus, nanti setelah kau menikah, yakinlah wahai ukhti sekali lagi, hanya kau yang bisa menolong dirimu sendiri, hanya kau ukhti.. percaya kan janji Allah??? Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita, yang terbaik muslimah sholihah, asal kau bisa menjaga diri dan hatimu hanya untuk- Nya, sebelum yang halal datang. Bersabar yah ukhti, sekarang yang harus di lakukan adalah memperbaiki diri, mendekatkan diri pada- Nya, yakinlah apapun yang kau minta akan Dia berikan, apalagi kalo cuma sekedar ingin menikah sampai kapan??? sampai waktunya tepat, bukankah kau tau, pemimpin adalah orang yang bisa menempatlkan segala sesuatu sesuai porsinya. Ayah meminta mu menyelesaikan kuliah dulu ? nah itu hak nya, penuhi dulu, setelah itu kita cari kebahagiaan mu, kebahagiaan hakiki yang membuat hati mu tentram insya Allah dunia akhirat, mengerti kan ukhti
Siapapun dia, yakin lah itu yang terbaik bagimu yang diberikan Allah. kau ingin seperti apa? Dia lebih cerdas darimu, lebih sholeh, lebih dan lebih agar bisa menjagamu, membahagiakanmu, tidak dengan harta, tapi dengan cinta yang besar, cinta yang hanya milikmu, dia dan Allah, begitu kan ukhti??? kau tidak ingin hartanya, tidak ingin jabatannya. Tidak ingin materi dunianya, semoga Allah mengabulkan apa yang menjadi keinginanmu. Allahumma amin
Minggu, 30 Maret 2008
SEBERAPA PENTINGKAH PERAN MUSLIMAH DI LEMBAGA PERPOLITIKAN
Perjalanan panjang sejarah Islam tidak lepas dari peran serta muslimah. Tak sedikit kontribusi yang mereka sumbangkan sampai Islam mampu menerangi seluruh belahan dunia. Kiprah para Istri- istri nabi, sahabat- sahabat wanita beliau, dengan berbekal iman yang tertanam kokoh dalam jiwa, semua penderitaan dan siksaan di tanggung dengan penuh keikhlasan.
Seiring perjalanan sejarah, muslimah telah banyak mengalami erosi, mulai dari kepribadian, akhlak bahkan akidah. Salah satunya ialah krisis figur teladan. Wanita muslimah yang sejatinya dapat memainkan peran ganda, baik sebagai seorang istri, ibu rumah tangga bahkan orang yang aktif dalam ruang lingkup kepentingan orang banyak.
Muslimah dapat saja aktif di kegiatan yang berhubungan dengan banyak orang, seperti di partai- partai atau kancah perpolitikan, tetapi harus dapat membagi waktu dan menyadari peran nya sebagai seorang istri bahkan ibu bagi anak- anaknya. Tugas wanita tidak lah mudah, ketika mereka aktif di luar, dan pulang ke rumah dengan segala penat dan lelah, mereka harus bisa memberikan senyuman yang indah buat suami plus anak- anaknya, bukan hanya rasa capek yang membuat mereka jadi suka marah- marah.
Ketika aktivitas memaksa mereka untuk selalu di luar, maka komunikasi antara muslimah dan keluarga harus tetap terjalin, jangan sampe' si anak lebih dekat dengan pembantu dari pada dengan ibunya sendiri. Muslimah harus pintar mencari celah untuk berkomunikasi sekecil apapun tentang masalah si anak. Jika ada yang berkomentar bahwa wanita terkadang lebih ke Emosional dan lebih ke Perasaan dari pada pria yang berfikir rasional maka pendapat itu tidak lah tepat. Wanita dan pria mempunyai bagian- bagian yang sama, hanya kemampuan untuk menyerap masalah dan memenej nya yang membuat mereka berbeda. Seorang pemimpin bukan berarti mereka yang kuat, kekar, pencari nafkah, kepala rumah tangga. Seorang pemimpin adalah mereka yang bisa menempatkan diri di tempat yang semestinya, berkarakter, dan mempunyai mentalitas baja. Muslimah menjadi seorang pemimpin? Kenapa nggak, tapi yang terpenting bisa memimpin dirinya sendiri dulu. ^o^
Sabtu, 29 Maret 2008
Hati Tercekam Rindu
Tadi malam mimpi "aneh
Pengen banget mimpi ketemu kamu
Hanya mimpi, cuma di mimpi
Akhirnya kesampean juga…
Walau dalam mimpi
Ahhh… taukah kau
Lama aku mencari
Lelah, letih memaksa ku untuk berhenti
Tapi cinta dan kerinduan sebaliknya
Mendekapku erat, membuatku tak bisa lepas
Dari keberhentian itu.
Tidak apa- apa kan?
Tidak apa- apa kan, aku masih mencarimu
Masih boleh kah aku merindui mu,
Hanya merindui, cuma merindui
Nggak lebih
Bukankah hanya itu yang bisa di lakukan?
Apalagi???
Hanya itu yang bisa ku lakukan L
Ku mau lupa
Ku mau benci
Ku mau semuanya lenyap tentang mu
Tapi nggak bisa
Benar- benar nggak bisa
Dan aku juga nggak mau, kalo aku bisa!!!
Sungguh nggak mau L
Kau fikir enak,
Selalu merinduimu
Menangis setiap saat ketika aku jatuh
Mengingat mu, ketika aku lemah dan tak berdaya dalam hidup
Mengingingkanmu, membutuhkan pundak mu
Ketika ku merasa sepi dan kosong
Apa kau kira enak jadi aku???
Aku harus bagaimana???
Harus gimana lagi untuk bisa lupa
Setidaknya melupakan, sebentar saja atau sekejap!!!
Hanya sekejap "cinta"
Jumat, 28 Maret 2008
Jatuh lagi, kenapa sech ^_^
Jatuh lagi, sakit lagi, merangkak, hendak bangkit
Kenapa??? Mengeluh lagi??? Tidak kah capek???
Seperti ini terus, berkali- kali jatuh di lubang yang sama
Bukan keledai lagi, tapi lebih dari seekor keledai!!!
Kenapa nggak mencoba ikhlas?
Bukankah kau tau
Allah memberikan apa yang kau butuhkan
Bukan apa yang kau inginkan!!!
Sampai kapan matamu terbuka???
Sampai kapan hatimu "sedikit" bercahaya???
Sampai kapan kau sadar
Bahwa Allah lah yang berhak menduduki hatimu
Bukan dia, sama sekali bukan dia.
Perjalanan mu masih panjang
Masih sangat panjang
Jangan kau rusak hanya gara- gara dia
Atau kau ingin bersama dia di dunia, tapi tidak di syurga???
Naudzubillah
Ukhti sholeh…
Bukankah kau masih punya Allah
Punya keluarga yang mencintaimu
Punya sahabat yang sangat sayang dan perhatian padamu
Punya iman di dadamu
Punya "sedikit "cahaya" di sanubarimu???
Tidak kah cukup,
Atau kau ingin dia dengan mengabaikan semuanya
Ingin perunggu, sementara berlian di depan mata
Ingin yang mana ukhti sholehah???
Hanya kau yang bisa menjawab dan memilih
Hanya kau yang bisa menolong dirimu sendiri
Bagaimana???
Masihkah ingin masuk ke lubang yang sama???
DUNIA MENUJU CAHAYA
Apalagi yang ku cari? Dunia semakin menuju ke "cahaya" Islam. Apalagi yang ku cari? Dakwah Islam semakin semarak di muka bumi, apalagi yang ku cari? Semua orang berbondong- bondong masuk ke agama Muhammad, apalagi yang ku cari? Setiap nafs (jiwa) berlomba-lomba meraih Ridho Illahi, memperbanyak amal, meningkatkan iman dan taqwa, apalagi yang ku cari?
Jika aku masih Stagnan disini, aku masih dengan angan- angan ku, masih "berpakaian" dengan kemaksiatan ku, masih bermandi dengan dosa- dosa ku, masih dan masih dengan hal yang tidak bermanfaat lainnya. Apalagi yang kau cari wahai manusia? Hidup hanya sementara, hanya sementara, bukankah hidup hanya sebuah mainan dan senda gurau semata, dan sesungguhnya kampung akhirat lebih baik bagi orang- orang yang bertaqwa QS. 29:64
Kebanyakan manusia semakin bertambah baik amalnya, semakin bertambah baik aqidahnya, sedangkan kau? Hanya merutuki kegelapan, tanpa mau mencari lilin sebagai penerang…sampai kapan seperti ini? Di padang mashar tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang dikerjakannya dahulu QS 10:10
Apa yang sudah kau lakukan selama ini dalam hidupmu? Buat dirimu, keluargamu, orang- orang sekitarmu? Apakah mereka merasa bahagia jika di dekatmu, atau malah sebaliknya, rasa was- was, khawatir, jika kau ada di dekat mereka, kehadiranmu tidak membuat mereka merasa tenang bahkan sebaliknya, apakah kau bermanfaat bagi orang- orang di sekitarmu atau malah seperti benalu yang hidup dan menopang terus tanpa tau, bahwa kau merugikan!!!
Berubahlah, dari yang baik, ke lebih baik, kemudian jadilah yang terbaik. Bukankah kau lebih cantik, jika kau kenakan pakaian taqwa untuk menutup seluruh tubuhmu dari mata yang tidak berhak untuk memandangnya secara berlebihan J bukankah kau lebih cantik jika ada yang memanggilmu "Ukhti sholehah", bukanlah lebih suci jika bibir mu hanya lantunan ayat- ayat suci Al qur'an atau pun kata- kata bermanfaat lainnya, bukankah lebih indah Ukhti???
Renungkan kembali, apa yang sudah kau lakukan hari ini, apakah bermanfaat, lebih baik kah hari ini dari pada hari yang kemaren, atau malah sebaliknya??? Mari Ukhti, mari kita evaluasi diri kita, bermuhasabah, bukankah sudah lama sekali tidak ber khalwat dengan- Nya? Bukankah sudah lama sekali tidak bercerita pada- Nya, mengeluh tentang apa yang terjadi padamu, menangis, meminta, merengek, agar Dia memberi apa yang kau minta, bukankah sudah lama sekali, mata mu berair, mengalir karena mengingat dosa, dan malu pada- Nya, Sudah lama sekali bukan??? kau hanya mengeluh pada manusia yang tidak bisa membantu apa- apa. Kau mencari ketenangan pada orang yang tidak bisa memberikan ketenangan, pun untuk dirinya sendiri!!! Mengapa ukhti, mengapa mengetuk pintu dimana, pintu itu tertutup. Mengapa tidak masuk ke pintu yang malahan terbuka, menyambutmu, mempersilahkan kau masuk, dan bisa memberikan apapun yang kau butuhkan. Mengapa ukhti??? L
Tahukah kamu, jika kamu mengingat- Nya di kala kau sedang di tempat ramai, maka Dia akan mengingatmu di tempat yang lebih baik lagi, jika kau bertaubat dengan membawa emas sepenuh bumi, maka Dia akan datang dan membawa ampunan yang luasnya lebih luas dari langit dan bumi, kalau kau tertatih dan berjalan ke arah- Nya, maka Dia akan menyambutmu dengan berlari kecil (Hadist Qudsi, dengan redaksi yang sedikit berbeda). Maka nikmat yang manakah lagi yang kamu dustakan QS. 55: 13
Apa yang kau cari lagi? Bukankah semua sudah ada, bukankah semua sudah "hampir" sempurna, walau tidak ada yang sempurna di dunia ini. Keluargamu, hartamu, sahabat- sahabat yang mencintai mu, ilmu yang ada padamu, hanya tinggal aplikasi nya aja kan ukhti? Atau kau masih tenggelam dengan masa lalumu? Masa lalu yang ternyata berpengaruh besar terhadap diri, bahkan masa depanmu. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui QS. 2:216
Masih harus belajar kan ukhti, belajar banyak tentang sebuah keikhlasan. Kau memang baik, tapi bukan yang terbaik baginya. Fahami itu J, bukankah kau pemberi solusi yang handal? Bukankah selalu bisa memberikan jalan keluar bagi orang yang "jatuh", tetapi bagaimana dengan mu? Amat besar kebencian di sisi Allah, jika kau mengatakan apa yang tidak kau kerjakan QS. 61:3, mulai dari sekarang, lakukan perubahan, buat dirimu maupun orang- orang di sekelilingmu, atau malah buat orang yang telah di siapkan Allah untukmu J
Allahu a'lam bi shawab
Kamis, 27 Maret 2008
ujian kelar
akhirnya....ujian kelar juga... nggk belajar, baca aja jarang, gimana mau bisa. yah, beginilah aku, hanya bisa merutuki kegelapan, tanpa mau mencari lilin untuk kemudian mencari jalan keluar dari kegelapan ini... ah, dapat nilai berapa ini.... mana tugas nggk dikumpul, bingung kale dosennya yah, mau kasih nilai berapa ni anak, piye to jeng jeng... mikirin opo to??? yang belum pantes difikirkan, ehhh malah kefikiran,... mau dadi opo kue ndok... :(

